another part

Monday, September 7, 2015

Sit Down, Let Me Tell You A Story


Ibarat anak sekolah, hubunganku dan Chaca akhir tahun ini bisa lulus SD. Jangan tanya apa tipsnya karena bahkan 6 tahun bersama tidak membuat kami berhenti bertengkar bahkan terkadang untuk hal-hal sepele. Apalagi dengan keadaan yang rasanya akhir-akhir ini terasa sulit. Mungkin karena hubungan kami sedang memasuki masa puber hahahaha. Tapi selalu saja, sesulit apapun masalah yang kami hadapi, jatuh cinta satu sama lain tetap menjadi hal yang paling mudah. Sangat mudah :)

Jika dipikir ulang, lucu rasanya melihat Chaca dari tahun ke tahun dan tak ada perubahan yang berarti dalam hubungan kami. Chaca 15 tahun, Chaca 16 tahun, Chaca 17 tahun, Chaca 18 tahun, Chaca 19 tahun, Chaca 20 tahun, Chaca 21 tahun. Wow! Sepertinya baru kemarin kami saling mengenal dan tanpa kita sadari kita sudah tumbuh bersama. Seperempat tahun hidupku sudah kuhabiskan dengannya dan akan terus berlanjut. Hal ini mengingatkanku kepada Chaca umur 15 tahun yang selalu bilang "Jangan diitungin bulannya! Jalani aja..." Iya sayang, iya... ini udah jalan 6 tahun kok :P

Suatu malam, dan banyak malam yang lain, salah satu kawan dan kawan yang lain bercerita tentang kisah cinta mereka. Banyak cerita. Dan seperti pada umumnya, di akhir cerita selalu ada permintaan saran dan tanggapan kan? Sejujurnya, saya tidak pernah bisa untuk memberikan solusi atas segala curhatan yang ditujukan kepada saya. Kenapa? Karena saya sangat tidak berpengalaman. 6 tahun yang berputar seperti roda ini rasanya lempeng-lempeng aja. Hahahaha. Aku sayang Chaca, Chaca sayang aku. Hidup kami hanya seputar aku, Chaca dan hal itu-itu aja yang aku rasa tidak menarik sama sekali untuk diceritakan.

Sejujurnya, jika dilihat secara sekilas saja, aku dan Chaca adalah kutub magnet yang berbeda namun saling tarik menarik dalam cinta (HAHAHAHAHA SI ANJIR NULIS APAAN SIH). Intinya kami berdua tipe orang yang berkebalikan dan nggak punya kesamaan sama sekali dalam hal apapun. Ya kecuali cinta itu tadi. Hahaha. Udah ah lama-lama ngelantur ngomongnya. Padahal awalnya niat nulis cerita ala-ala yang sweet gitu tapi ujung-ujungnya alay juga. Intinya, aku beruntung punya Chaca, dan Chaca sangat sial karena jatuh cinta sama aku. Aku yang anak kecil banget, aku yang rewel, aku yang baperan, aku yang payah, aku yang banyak deh jelek-jeleknya. In the end, what I'm trying to say is...


1 comment: