another part

Tuesday, July 28, 2015

Nah!


Ngomong doang emang gampang. Ngequotes doang emang gampang. Tapi kenyataannyaaaaaaaa? Hidup emang nggak segampang katanya. Seindah kelihatannya. Tapi pada dasarnya... Inna maal usri yusro fainna maal usri yusro kan?

Don't Worry, Baby!


I Love You, Mars!

Women are from Venus and men are from Mars. Me? I'm from Pluto. Isn't it too obvious? Lol
As I said before, I'm going to write about the only Chaca in the world. I don't even know why he's the only one I wanna write about. And as always, pardon my language. I'm not a smart girl like other.

Chaca.
Satu-satunya yang tidak berubah. Tidak seperti waktu, tidak seperti rindu. Ah, sayang.. Maafkan aku yang tak bisa menjanjikanmu cinta yang lebih-lebih setiap harinya. Tak bisa juga menjanjikanmu aku akan selalu ada di setiap pagimu. Cintaku dinamis sayang, seperti iman. Kadang bertambah, kadang berkurang. Tapi seperti keimananku juga, cintaku tak pernah hilang. Hahaha. Jangan tertawa sayang.. Seperti biasa, tulisan ini tak akan panjang dan berbelit-belit. Tak juga penuh kata-kata pujian dan dambaan. Hehehe. Meskipun begitu, inilah satu-satunya tempat aku bisa jujur akan perasaanku. Bahwa aku tak pernah bisa berbohong dengan tulisanku. Karena jika saja kau tau, jari-jari ini bergerak lebih cepat dari omong kosong yang sedang terjadi di otakku. Maaf. Lagi-lagi, kata-kataku terasa beku. Kaku. Aku sudah lama tak menulis. Dan hal ini membuatku rindu. Tak hanya menulis tentangmu, tapi menulis tentang resahku. Yang bahkan pada malam-malam yang menghantuiku, aku tak pernah tahu.

I Love You, Mars!
I really am. Dan aku tak pernah tau kenapa jari-jariku tak bisa berhenti menulis tentangmu. Terima kasih, ya.. Kucukupkan sampai disini. Biar berlanjut dalam doa. Juga dalam mimpi. Tentang kamu, tentang cinta, tentang kita.


Monday, July 27, 2015

Brainquake

It's July already, huh?
Dan lagi-lagi aku berlari dengan jari-jariku ketika kalut dalam pikiranku sudah tak terbendung lagi. Hahahaha. Lucu adalah ketika waktu yang kau rasa bersahabat ternyata mempermainkanmu tanpa sadar. Dan dalam sebulan saja, sudah banyak yang berlalu dan berubah. Luar biasa! Tapi rasa-rasanya aku dan hidupku dan kesendirianku sama saja. Bahkan di tempat paling berisik di bumipun, entah itu dimana, aku merasa memiliki ruang hampa dalam otakku yang terus-terusan berbicara. Heran. Seperti seolah aku memiliki duniaku sendiri disaat dunia di luar sana tidak memilihku untuk menghuni. Masih membaca sampai sini? Terima kasih. Karena setelah ini seperti biasa, jari-jariku akan dengan sadar dan tanpa sadar menulis tentang seseorang yang statis dalam hidupku. Siapa lagi kalo bukan Chaca. Dan supaya aku seolah blogger yang rajin menulis, maka akan kutulis tentangnya di postingan setelah ini. Ciao.