another part

Friday, December 19, 2014

Karena Chaca

Pada akhirnya, ketika pilihan harus dijatuhkan antara kekasih atau sahabat, manakah yang akan kalian pilih? Sahabatkah? Atau kekasihkah? Kalau aku pribadi, jelas, kekasih aku. Chaca. Duh, kenapa harus pake istilah kekasih sih? Hahaha. Kalo gitu selanjutnya aku akan menyebut namanya saja. Chaca. Ya, aku memilih Chaca tanpa ragu. Kalian tau kenapa? Karena cuman Chacalah satu-satunya yang tidak akan berpaling meskipun seisi semesta meninggalkanku. Nggak percaya? Lima tahun ini buktinya.

Aku jatuh di dalam hidupku tidak hanya sekali dua kali tiga kali. Tapi berkali-kali bahkan mungkin aku tak bisa menghitungnya. Apakah aku menyerah? Oh, tentu tidak pernah. Kenapa? Karena aku masih dan selalu punya alasan untuk bangkit dan berjuang. Kalian tau my-number-one-rule di kehidupan cinta (halah) aku? Hahaha. Stay together, no matter what. No matter what, STAY TOGETHER. And you know what? It works! Aku tipe orang yang akan perjuangin apapun yang aku anggap berharga. Bahkan mungkin aku akan tetap berjuang meskipun hanya sendirian. But I won't compete with another. I won't.

Jika melihat lagi ke belakang, ke saat pertama kali aku kenal Chaca, saat pertama kali aku ketemu sama dia, ngobrol sama dia, dan pertama-pertama lainnya. Saat ini aku menyadari bahwa ada banyak sekali hal yang berubah. Kami yang waktu itu hanya berusia 15 tahun tentu saja berbeda dengan kami yang sekarang hampir 21 tahun. Bahkan perasaan kamipun juga berubah. Buat aku personal, Chaca yang ngeselin, ngebetein, nggak peka, dan sifat alamiah cowok lainnya, tetep aja jadi bagian penting dari hidup aku. Bukan lagi soal penasaran, bukan lagi soal kebiasaan, tapi Chaca itu candu yang nggak bisa aku hilangkan.

Kenapa Chaca sih? Hahaha. Percayalah, aku juga menanyakan hal yang sama selama lima tahun ini? Sama halnya seperti pertanyaan-pertanyaan, "kenapa Chaca memilih aku?" "kenapa Chaca masih mau bertahan?" dan kenapa kenapa lainnya yang kesemua itu bisa dijawab oleh Chaca. "Ya karena aku cinta. Dan nggak ada alesan untuk itu." Sederhana kan? Tapi untuk siapapun wanita pada umumnya, jawaban sesederhana itu cukup untuk membungkam mulut dan menjaga hatinya tetap bahagia. Hai para lelaki, dengarkanlah apa kataku :D

Bicara lagi tentang jatuh bangun kehidupan (hahahaha), Chaca ini ahlinya move on dari setiap masalah. That's why aku jadi keikut pola pikir dia. Tapi herannya, tiap aku punya masalah kecil sampe gede yang kayaknya aku udah nggak sanggup ngehadapinnya, aku selalu telfon Chaca dan cerita, dan nangis dan Chaca cuman kayak yang diem, nggak nanggepin, dan baru pas abis aku minta ditanggepin, dia baru ngomong jleb-jleb-jleb. Kenyataan perih yang otak dan hatiku sangkal tapi itulah yang sebenarnya aku butuhkan. Kalo di komik naruto, kita butuh rasa sakit untuk menghilangkan rasa takut. Sama aja kan kayak masalah. Kita butuh nasehat perih biar kita sadar dan nggak terus berlarut-larut.

Menyelipkan sebuah cerita tentang temen sekelasku yang dia sama cowoknya (sekarang mantan) sering banget berantem gegara kelewat cuek dan main perempuan. Iya, dia cabangnya dimana-mana. Sebagai teman, dan orang yang berpengalaman diselingkuhin, ya aku cuman bisa kasih tau prinsip hidupku. "Aku akan berjuang. Apapun masalahnya. Bahkan jika aku harus berjuang sendirian. Aku tetap akan berjuang. Kecuali jika satu, ketika aku tau cowokku membagi hati. Maka aku akan berhenti." Kalian tau kenapa aku bilang begitu? Karena percayalah, ada di pihak yang diselingkuhin tapi masih sayang itu nggak enak. Bahkan aku dulu pernah rela-rela aja diselingkuhin dengan alesan sayang. Hish. Sayang macam apa yang mengorbankan perasaanku sendiri?

Waktu berselang dan aku mulai berhenti mencari jawaban. Karena seperti yang sering aku yakini, time heals. Kita tidak pernah tau arti dari rasa sakit yang kita alami, sampai waktu sendiri yang nanti akan menjawabnya. Dan aku tiba di masa dimana semua luka di masa lalu itu tersembuhkan. Yang tersisa hanyalah umpatan-umpatan tentang kebodohan yang terus-terusan aku lakukan di masa lampau. Dan kemudian aku tertawa. Kalau aku tidak melalui proses-proses itu, mungkin aku tidak akan menjadi aku yang sekarang lebih kuat. Lebih bijak dalam mengatasi hatiku. Yang bahkan samapai saat ini masih berdegup tidak karuan ketika suatu waktu semua perasaan-perasaan kecewa itu muncul. Dan aku merasa sendiri dan ditinggalkan.

Ah, lagi-lagi hanya Chaca yang nggak pernah pergi.

Jika seseorang di antara kalian bertanya seberapa besar arti Chaca di hidupku, kalian harus tau bagaimana Chaca memperlakukanku. Dia tidak hanya sebagai kekasih. Tetapi juga kakak, adik, ayah, sahabat, teman, musuh, rival, yah.. Semuanya. Jadi, bagaimana mungkin aku lebih memilih sahabat jika aku bisa mendapatkan kekasih, kakak, adik, ayah, sahabat, teman, musuh, rival dalam satu sosok Chaca? :)

Kuselipkan sajak untukmu ya, sayang.. Itu juga kalau kamu baca hihi..

Untukmu, kekasihku, Pagi..
Yang bahkan sekalipun hatiku tidak pernah benar-benar bisa berpaling darimu

Hari ini aku masih menyulam kertas dalam-dalam
Entah seribu duaribu lembar yang akan kuhabiskan
Jika namamu yang mengalir dalam nadiku kutuliskan
Jika kupu-kupu yang beterbangan dalam perutku ketika bersamamu, kugambarkan
Jika lantunan doa tentangmu kujabarkan

Aku minta maaf Pagi..
Untuk mencuri hatimu dan membawanya bersama hatiku
Untuk mencuri malam-malammu agar tetap terjaga dalam mimpiku
Untuk menggodamu yang beku agar meleleh bersamaku

Kepadamu Pagi..
Luasnya imajinasiku kuberikan
Agar dalam diammu aku bisa mengartikan lebih dari sekedar kata-kata
Agar dalam tidurmu kutemukan rasa aman
Agar dalam hatimu kutemukan cinta yang mendalam

Aku mencintaimu Pagi..
Aku mencintaimu dengan apa adanya kamu yang berproses
Aku mencintaimu dengan jalan aneh yang seringkali kau tempuh
Kita tidak tersesat, kita hanya mencapai tempat lebih lama dari yang seharusnya
Karena kita menemukan tempat untuk menghilang sesaat
Aku mencintaimu Pagiku..
Yang selalu menyambutku dengan diammu yang bertabuh genderang dalam hatiku

4 comments:

  1. Pernah ngga sih mba be, temen2 kamu merasa aneh atau marah atau ngga enak bahkan nyindir atau bahkan diemin kamu dg kamu selalu buat sosok chaca priotity ? Kalo pernah apa sih yg kamu lakukan. Maafin pertanyaannya panjang hehehe mana detail banget pula.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ga pernaaaaah hehehe.. karena dari awal aku temenan sama mereka, aku udah sepaket sama chaca. haha. jadi temen-temenku pada ngerti. ada waktunya aku sama temen, ada waktunya aku sama chaca. tapi kalo suruh milih, tetep chaca. dan temen-temenku gamasalah. hehehe

      Delete