another part

Friday, May 31, 2013

First Second Third

Hi there!
Lagi-lagi nggak bisa nepatin janji buat posting lebih sering. Padahal udah niat banget pengen rajin nulis (lagi) kayak dulu-dulu. Tapi yah, well, lagi-lagi alesan ke"mahasiswa"an yang aku kambinghitamkan. Hahaha. Iya, jadinya, pas tiap ada waktu selo, ujung-ujungnya cuman tidur-tiduran di kamar, nonton film, nongkrong imut dan hal-hal lain yang bisa meningkatkan ke"ketje"an aku. Oke, yang terakhir agak bohong.

Oya, kenapa judul postingnya kayak begitu? Ya nggak tau. Pengen aja nulis gitu. Biar kesannya ada banyak hal yang mau aku tulis dan ceritain. Well, emang ada. Banyak. Bahkan too much. Aku nggak tau kenapa hidupku sejak jadi mahasiswa jadinya nggak bisa sekonsisten dulu pas masih SMA. Mungkin sebenernya gegara kebanyakan waktu selo trus banyak nganggur trus nggak produktif. Padahal dulu nih ya, kayaknya aku pengen tiap momen, tiap bulan, tiap aku masih mampu buat menuangkan dalam tulisan, aku pengen semuanya terkonsep dengan rapi biar kalo suatu saat aku baca, aku inget, aku berproses menjadi lebih baik dan lebih baik lagi. Hahaha.. Gaya banget kan?

Akhir-akhir ini aku ngerasa aku kurang bersyukur dengan apa yang udah Allah kasih ke aku. Ayah mamahku, temen-temen superku, dan of course Abeku :) Dan bahkan semua hal-hal yang sebelumnya aku pengenin, banyak yang udah aku dapet dan rasain. Copas dari caption fotoku di instagram beberapa waktu yang lalu, dedicated for my Abe. hihihi

Bahagia itu sederhana.
Sesederhana aku dan kamu yang menatap langit yang sama secara bersama dengan cara berbeda tetapi tetap berjalan menuju arah yang satu.

Bahagia itu sederhana.
Sesederhana ketika aku ataupun kamu yang tidak seputih awan tapi tetap saja melihat satu sama lain dengan kepercayaan seputih itu.

Bahagia itu sederhana.
Sesederhana biru langit dan putih awan memadu kasih menjadi imajinasi-imajinasi yang berbeda yang bergantung pada setiap pemimpi yang mendamba.

Bahagia itu sederhana.
Sesederhana sikapmu yang menunjukkan betapa kau mencintaiku tapi aku masih mengganggumu dengan pertanyaan-pertanyaan kurang penting dan kekanak-kanakan seperti "apakah kamu mencintaiku" dan kau hanya tertawa tanpa menjawab, dan melihatku dengan tatapan yang tak pernah berubah selama hampir 4 tahun ini. 

Bahagia itu sederhana.
Sesederhana kau yang mencintaiku tanpa kata, tanpa tanya dan tanpa daya, hanya dengan hati.

Bahagia itu sederhana.
Sesederhana cinta tanpa kita kan, be?

2 comments: