another part

Wednesday, January 16, 2013

Analisis Politik: Perbandingan Era Soeharto dan SBY


Salah satu fenomena yang menggelitik untuk saya analisis adalah perbandingan era Soeharto dan SBY. Saya memilih tema ini dikarenakan seringkali ketika saya sedang bepergian, saya menemui stiker di mobil pengangkut barang dan truk-truk besar dengan tulisan “Piye kabarmu bos? Enak jamanku to?” dan tentu saja foto mantan presiden kita, Bapak Soeharto, dengan senyum kebanggaannya. Menurut saya, pernyataan atau pertanyaan tersebut terasa mengganjal. Meskipun SBY bukan sosok presiden yang sempurna, tetapi mengatakan bahwa pemerintahan Soeharto lebih baik itu jelas merupakan pernyataan yang mengada-ada. Setidaknya, begitulah yang dikatakan buku yang saya baca yang berjudul Berani Mengubah karya Pandji Pragiwaksono.
Dari sisi perekonomian, dari segi apa kita melihat era Soeharto lebih baik? Harga murah? Pangan murah? Justru dengan adanya kenaikan harga adalah efek dari pertumbuhan ekonomi. Semakin tinggi angka permintaan konsumen terhadap suatu barang, maka akan menyebabkan kelangkaan yang pada akhirnya menyebabkan harga naik. Kenaikan harga juga didasari oleh naiknya daya beli masyarakat. Dan lagi, jika dibandingkan dulu, pertumbuhan kota-kota di Indonesia meningkat drastis. Memang pada kepemimpinan Soeharto ada yang mengatakan perekonomian kita secara makro naik sekitar 7%, namun pada tahun 1997, kita mulai roboh. Krisis ekonomi mencekik gila-gilaan. Sedangkan pada tahun 2008, perekonomian kita bertahan, bahkan tumbuh.
Pada era Soeharto, stabilitas dan keamanan dinilai stabil. Buktinya? Tandanya? Ibaratnya, kalau para penjahat jadi penguasa sebuah daratan dan menjadikannya rumah, daratan itu akan tenteram. Kalau daratan itu direbut kembali oleh para jagoan, penjahat akan melakukan segala macam cara untuk merebut wilayah kembali. Termasuk, dengan berbagai serangan. (Pragiwaksono, Pandji. 2012. Berani Mengubah. Yogyakarta. Bentang Pustaka. H.23). Mari kita ingat kembali luka lama, pada era Soeharto, berapa saja aktivis yang telah diculik, tahu-tahu hilang dan tidak kembali? Ini jelas bukan keamanan, tapi pembungkaman dan pengekangan. Bandingkan dengan sekarang. Kebebasan berpendapat sangat dijunjung tinggi. Semua media dibebaskan berkicau. Setiap orang bahkan bebas mengkritik pemerintah. Meskipun sayang sekali, demokrasi seringkali diartikan dengan “bebas yang sebebas-bebasnya”. Dampaknya adalah media seringkali dijadikan sebagai objek politik pencitraan oleh kalangan tertentu.
Salah satu aspek yang paling mudah disaksikan adalah pembangungan, tapi ingat, “siapapun presidennya, kalau punya waktu 32 tahun untuk menjabat, ya, pasti bisa melakukan pembangunan yang signifikan” (Pragiwaksono, Pandji. 2012. Berani Mengubah. Yogyakarta. Bentang Pustaka. H.25). mengapa bisa demikian? Tentu saja masalah waktu. Waktu yang lebih lama tentu saja paling tidak menghasilkan dampak yang besar. Tapi yang perlu kita garis bawahi adalah, pada era Soeharto, pembangunan hanya difokuskan di tanah Jawa saja. Lalu bagaimana dengan ribuan pulau lain di luar Jawa? Bahkan sampai saat ini pembangunan yang tidak merata masih jelas terlihat. Pulau Jawa dibangun sedemikian rupa sehingga menjadi makmur, sedangkan pulau lainnya dibiarkan dalam keterbelakangan. Selain itu, hal lain yang perlu kita ingat adalah, pembangunan yang dilakukan oleh Presedin Soeharto menggunakan dana hasil hutang luar negeri dan meninggalkannya pada pemerintahan selanjutnya. Apakah yang demikian bisa dikatakan pembangunan yang baik?
Aspek selanjutnya adalah, masalah korupsi. Siapa bilang pada masa Soeharto lebih minim korupsi dibandingkan sekarang? Yang perlu digarisbawahi adalah, korupsi yang diberitakan berbeda dengan korupsi yang ditutup sedemikian rapat. Itulah mengapa pada era SBY, korupsi terkesan merajalela padahal pada era Soeharto lebih-lebih merajalela. Memang susah untuk menghapuskan korupsi secara keseluruhan karena korupsi memang telah dibenarkan selama 32 tahun pada masa pemerintahan Soeharto. KKN sudah marak dan merajalela sejak lama. Namun, baru-baru ini baru tampak boroknya sistem pemerintahan di Indonesia.
Analisis saya di atas tidak mutlak benar, karena hanyalah salah satu sudut pandang saja. Dari penjabaran di atas juga bukan berarti sepenuhnya pemerintahan SBY lebih baik dari pemerintahan Soeharto. Soeharto merupakan sosok pemimpin yang luar biasa diluar sifat diktatornya. Dan SBY dinilai lebih cemen dalam mengambil keputusan. Bahkan cenderung tidak tegas. SBY tidak tegas memberantas kejahatan-kejahatan orang-orang yang memporak-porandakan Indonesia di bawah kepemimpinannya. Selain itu, bagi rakyat sipil, mungkin pemerintahan Soeharto lebih enak bagi mereka. Kenapa? Karena Soeharto hanya menumpas para aktivis saja sedangkan rakyat biasa yang tidak tahu apa-apa hidup dengan tenang.

Sumber bacaan:
Pragiwaksono, Pandji. 2012. Berani Mengubah. Yogyakarta. Bentang Pustaka.

7 comments:

  1. cuma bisa ngarep kedepannya presiden kita lebih baik.
    Amiin.

    Sumber bacaanya mantap.

    ReplyDelete
    Replies
    1. recommended book deh.. (y) jempol buat Pandji :D
      tapi kata Pandji, harus tetap beraksi.. :D
      semangat! untuk Indonesia lebih baik :D

      Delete
  2. ane ngga tau gimana masa soeharto dulu, soalnya masih kecil...

    semua orang punya pendapat yang beda2 soal era kepemimpinan, walau begitu yang ane rasain enakkan Pak SBY kok, dan harapannya semoga kedepannya Indonesia dipimpin oleh orang yang lebih baik lagi..

    kalo mau mencari pemimpin yang sempuran kayaknya ga mungkin deh, kecuali Rasulullah :)))

    Prediksi tahun ini ekonomi Indonesia mencapai 6,8% kok, jadi tnang aja, ktia akan liat era mana yang lebih hebat.

    salam kenal ya salam kawancut,
    berhasil jadi member k 69 nih, kalo berkenan folbek ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya.. saya juga masih kecil..
      dan seingat saya, saya tidak mengalami gangguan apa-apa..
      bahkan setelah saya tanyakan ke ayah saya, katanya beliau juga merasa tidak terganggu. katanya bahkan buat orang kecil, lebih enak jaman Soeharto. Jaman Soeharto dibilang nggak enak mah buat orang gede aja yg tindak tanduknya selalu dikontrol. kalo buat ayah saya yang hanya berjualan di pasar alhamdulillah, aman-aman saja :)

      iya.. benar sekali.

      salam kenal juga:D
      and by the way, I'm following you :D

      Delete
  3. Kebanyakan warga sipil lebih suka dengan masa orde baru yang di pimpin oleh soeharto. Kita bisa liat yang dimajukan oleh beliau, pesawat terbang, mobil, jembatan-jembatan, dan masih banyak lagi. Dan beliau juga adalah sosok presiden yang paling disegenai didunia.

    Pas orde baru runtuh? apa yang dibanggain?

    Ohiya, saya juga setuju kalo presiden yang sekarang itu dibilang cemen... waktu ada kasus indonesia sama malaysia tentang ambalat. Dimana-mana kalo ada angkatan militer menyusup kenegara tanpa seizinnya itu udah wajib ditembak. Tapi nyatanya?^^

    ReplyDelete
  4. masa kecil menyenangkan zaman Soeharto serba murah nyaman dan senangnya dpt hadiah kenangan dari pak presiden Soeharto

    ReplyDelete
  5. nice post! tapi gue lebih suka kepemimpinan sekarang walaupun presidennya letoy dibanding zaman soeharto yang melanggar HAM.

    ReplyDelete