another part

Friday, April 13, 2012

Aku Padamu, Kawan!

Rasanya baru kemarin aku memasuki gerbang sekolahku, dan sebentar lagi aku akan meninggalkannya. Waktu kadang memang tak bersahabat, lambat di awal dan akan berlari kencang di akhir. Saat segala kejenuhan telah menjadi rutinitas, saat segala kesibukan dan hiruk pikuk telah mendarah daging. Semuanya akan berlalu sebentar lagi. Bolehkan aku menangis? Dan buku tomat itu berkata, Menangis adalah upaya untuk tertawa lebih lepas. Sudah, Menangislah! Dan akupun menangis. Menatap senja dari kamarku yang mungin ragu kupandangi seperti ini minggu depan.

Apa yang sudah kudapat? Entahlah.. Rasanya seperti gelas ini masih kosong setelah aku berdiri di depan sungai jernih cukup lama. Aku masih merasa bodah. Kemana tujuanku selanjutnya? Semoga Allah masih akan menuntunku yang berpenutup mata.

Hey kalian, Kawan Seperjuangan!
Apakah ini perjalanan kembali atau berangkat ke langit? (bukutomat)
Dalam tiga tahun ini kita rapatkan barisan dan bergandengan, menyatukan langkah. Agar kita berdiri sama tegak. Semua itu akan kalian kenang kan? Cerita tentang cerianya kita akan kalian ceritakan pada anak-anakmu kelak kan? Ini semua indah, SANGAT indah. Masa-masa bening kita. cemerlang tawa cemerlang canda. Berbaris rapi menjaga ceria. KITA BERGERAK bersama. Selalu. Tapi sebentar lagi, kita akan menempuh jalan kita masing-masing. Tapi ingatlah, kita masih bernaung di atap yang sama, langit. Yang akan terus menyaksikan cerita kita.

2009-2010
Memulai berjalan. Tertatih-tatih. Kita mulai berani bermimpi. KITA AKAN JADI PEMENANG NANTI! Berjuanglah dengan mimpi-mimpi itu. We always be able :)

2010-2011
Kita semakin erat. Mengenal cinta, mengenal cerita. Kita menyadari kalau kita berbeda, tapi kita satu. Satu REENABLE.

2011-2012
Waktu terasa menyesakkan bukan? kita akan segera berpisah.

Tiga tahun itu cepat, kawan.. Jauh lebih cepat dibandingkan saat aku mengucap 'pengen cepet-cepet kuliah'. Jauh lebih cepat dibandingkan saat aku mengucap 'obrolan masa depanku dengan ellay'. huuffft... Ternyata waktu selalu saja sama. Terasa lambat di awal tapi cepat di akhir. Di saat kelambatan itu sudah menjadi rutinitas yang tak terpisahkan. Di saat kelambatan itu telah menyatu dengan hari-hari. Di saat kelambatan itu bukan lagi beban. Dan saat itulah waktu terasa kejam. Membunuh dengan perubahan.

Hidup ini memang siklus yang rumit.

5 comments:

  1. blogger magelang datang berkunjung sob..kunjungi balik ya............

    ReplyDelete
  2. bei, nyesek banget. takit aku jadinya.. :'(

    ReplyDelete
  3. dwi yulianto: wokeey

    biuty: ingat, hidup ini siklus yang rumit :)

    ReplyDelete