another part

Wednesday, April 25, 2012

Random Post

Hei Hoo GALS!

ummm.... Posting apa ya? Daily posting aja yak... Pra-UAN, UAN, Pasca UAN dan before and after dari rumahsakit. Yuk mari monggo >>

1. Pra-UAN.

GALAU ABISSSSSSS!!!! Eh, gga juga deng.. Eh, tapi iya. Ya gitu deh pokoknya. Yang sedang ato pernah UAN pasti tau rasanya. Tapi jangan dikira rasanya kayak UAN SD SMP lohh?? BEDA! 100% BEDA JAUUUUUHHH... Kenapa? Ya karena H-berapa UAN itu kerasa banget atmosfernya. Di berbagai sudut sekolah ditemui wajah-wajah suram karena kebanyakan belajar. Ditemukan juga berbagai macam wajah-wajah horor karena dihantui oleh UAN. Ya gitu deh pokoknya.. Suasana mencekam banget. Tapi alhamdulillah banget, kelasku adalah kelas pencair suasana :) jadi ya gitu... Masio hawa-hawa ujian, tapi gga kerasa sama sekali... Dan hasilnya, KITA LUPA KALO MENDEKATI UJIAAAAAAANNNNN >,<


2. UAN

UAN MAAAAKKK... ini UAAAAAAAAAANNNNNNN. UAAAAAAAAAANNN.. #kemudianpingsan. Yak begitulah kira-kira. Jadi ceritanya pas UAN itu aku ngungsi di asramanya maknoer. Soalnya di asramaku lagi pada pulang anak-anaknya. Yaweslah yaa.... Terpaksa ngungsi. Dan malam-malamkupun menjadi panjang. Panjang karena belajar. Karena aku SKS-an:( huaaaa... Baru nyesel kenapa nggak dari kemaren-kemaren nyicil belajar. Itu malamnya, dan paginya... YA ALLAH... PENUH PERJUANGAN SEKALI BANGET NGET NGET NGET !!! Siapa yang bilang UAN itu lebih gampang dari tryout heh? SAPA? SAPA? Buktinya apa? SAMA AJA SUSAAAAAAH ! huuuh.. Menyebalkan.. astaghfirullah... sabar aja deh... SEMOGA HASILNYA MEMUASKAN dan ALLAH membenarkan dengan tangan-tangan-NYA :DD #ngareeeepp


3. Pasca UAN

Rasanya CESSSSSSSSS.... Kayak es batu disiram air panas :D Langsung capcus GO HOME !! Tapi eiiittsss, tantangan di depan lebih menakutkaaaan >,<

4. Before and After di RUMAH SAKIT

Pengen? Jangan deh ya... Jadi ceritanya gini... Pas aku mau balik ke rumah, it means hari kamis alias UAN terakhir, kan anak-anak angkatan bikin acara pesta maicih, nah itu aku udah langsung kabur, secara aku udah dapet maicih dari Pipil dan aku ggamau cari penyakit. Eh, pas udah nyampe IC, perutku mulai kerasa sakit... Padahal tadi waktu istirahat aku cuman cicip-cicip dikit tuh maicih... Yaudah, aku biarin aja. Alhamdulillah wes gga sakit-sakit banget. Trus, next day, perutku mulai kerasa sakit dan mual. Hah? Jangan-jangan hamil. Manamungkin lah yaw... Periksa deh ke dokter.. Trus konsultasi-konsultasi n dikasih obat. Okai, obat diminum dan dua hari kemudian perut tetap menjadi-jadi. Akhirnya, Minggu sore ke Rumah Sakit Harapan Magelang, langsung deh opname. Pertamanya bahkan dikira usus buntu. Eh, ternyata gara-gara kebanyakan ngopi -____- . Manakutahu kan ya kalo ngopi itu dilarang buat orang yang punya maag akut kronis kayak aku... Hahahaha.. Tapi alhamdulillah banget, cuman dua hari nginep di rumah sakitnya, yey! Pulang deh.. Update blog deh :D hihihihi

Moving Closer – Never the Strangers Song Lyrics

When you smile, everything’s in place
I’ve waited so long, can make no mistake
All I am reaching out to you
I can’t be scared, got to make a move
Come away with me
Keep me close and don’t let go
Inch by inch, we’re moving closer
Feels like a fairytale ending
Take my heart, this is the moment
I’m moving closer to you
I’m moving closer to you!!!
Who’d have thought that I’d breathe the air
Spinning around you atmosphere
I’ll hold my breath, falling into you
Break my fall and don’t let go
Inch by inch, we’re moving closer
Feels like a fairytale ending
Take my heart, this is the moment
I’m moving closer to you
Inch by inch, we’re moving closer
Feels like a fairytale ending
Take my heart, this is the moment
I’m moving closer to you
Moving closer
Closer to you
Moving closer
I’m moving closer to you

NARS-IS-ME









H-1 UAN ini kayaknya.. Lagi pada penggalauan massal pra-UAN. Tapi ya Alhamdulillah yah, teteup narsis. Hahahaha... Ini impian tertunda loooh.. Apa? Foto sama topeng ala Jabawoockeez (bener gga tulisannya?). Yah, pokoknya gitu deh ya :D

Iam Back!

Hey Gals! Miss me? Umm... I think Iam so confidence to think that you all miss me so bad. But, I wanna tell the truth. I miss blogging so much, and I miss all of my reader so bad. Muah muah!


Ini sebenernya numpuk beberapa posting lho.. Cuman males aja posting... Oya, akhir-akhir ini aku juga bakalan jarang banget online blog. Update blog segala macem. Vacuum kali yaaah.. istilahnya. Kenapa? Ya karena aku lagi pulang dan belum kuliah. Istilah gampangnya, RUMAHKU DI GUNUNG dan SUSAH SINYAL TELKOMSEL. Gitu wes... Mau main? Sini sini sini... Pemandangan dari depan rumahku bagus loooh.. #malahpromosi

Wednesday, April 18, 2012

Photowork





 




yaaaaah.. lupa nggak dikasih tulisan --" pake sotoshop sihh... maklum, newbie :D
jelek kan tapi ya? aku juga ngerasa gitu :(

Istighosah Akbar Pra-UAN







abis istighosah males pulang. foto-foto deh. inget banget yang dipikirin hari itu 'BESOK UDAH UJIAN DAN EMPAT HARI KEMUDIAN KITA PISAAAAAAAAAAAH :'('

Alhamdulillah, Again :)

Alhamdulillah yah, very something! *mbakninabanget

Setelah beberapa waktu yang lalu sempet ngruwet, akhirnya.. Mungkin emang gini jalannya. Everything happen for a reason *kataandalannyamasalitt . Jadi, ceritanya aku dan beberapa temen yang lainnya, belasan lah pokoknya, daftar di UII gelombang 2, tapi nasib, kita telat ngirim. Yowesdeh, ikut gelombang 3 secara otomatis katanya. Nunggu lagi deh.. Tapi gapapa, barengan sama Chacaku. Beberapa bulan penantian (padahal cuman sebulan, tapi sumpah rasanya luamuaaaaaaaa), akhirnya keluarlah hasil gelombang 3. Tapi, eiiittssss, NAMAKU MANA MAAAAAAAKKK?? Nggak ada, SODARA! NGGAK ADA ! Lemes deh.. Yah.. Mungkin emang belum jalannya, tapi kok ada yang aneh? ANAK-ANAK yang segelombang sama aku kok nggak ada semua????? Pasti ada yang nggak beres nih. Akhirnya, kroscek deh. Tuhkaaaan beneeeeeeeeeeeer...... Dokumenku dan temen-temen segelombang keselip disononye. Assshh ! Nunggu lagi deh.. Tapi alhamdulillah BUANGET, penantianku nggak sia-sia. Karena aku diterima di Manajemen UII. Dan alhamdulillah, ini udah univ ketiga yang nerima aku. ALHAMDULILLAH ya Allah.. TanpaMu aku lemah :')

itu yang kublock anak gelombangku :D

STOP

curcol

UDAH YA, AKU CAPEK. AKU CAPEEEEEEEEK BANGET. SANA AMBIL AMBILIN SEMUA. APA YANG UDAH IDENTIK SAMA AKU DIIDENTIKIN SAMA KAMU. APA YANG UDAH AKU JADI KAMU. TERSERAH WES. AKU BILANGIN YA, AKU CAPEK. TITIK !

Tuesday, April 17, 2012

I Feel Sooo Weak

Ini UAN ketiga seumur hidupku. Dan aku ngerasa bener-bener takut. Ya, takutku beralasan. Ikhtiarku belum cukup. Dan kini aku merasa benar-benar lelah.. Sungguh, aku tak pantas bersikap demikian. Di atas langit, masih ada langit. Dan bahkan aku belum mencapai langit manapun. Harusnya aku lebih kuat dari ini. Harusnya aku tidak serapuh ini. Allah, apa yang harus kulakukan?

Friday, April 13, 2012

Aku Padamu, Kawan!

Rasanya baru kemarin aku memasuki gerbang sekolahku, dan sebentar lagi aku akan meninggalkannya. Waktu kadang memang tak bersahabat, lambat di awal dan akan berlari kencang di akhir. Saat segala kejenuhan telah menjadi rutinitas, saat segala kesibukan dan hiruk pikuk telah mendarah daging. Semuanya akan berlalu sebentar lagi. Bolehkan aku menangis? Dan buku tomat itu berkata, Menangis adalah upaya untuk tertawa lebih lepas. Sudah, Menangislah! Dan akupun menangis. Menatap senja dari kamarku yang mungin ragu kupandangi seperti ini minggu depan.

Apa yang sudah kudapat? Entahlah.. Rasanya seperti gelas ini masih kosong setelah aku berdiri di depan sungai jernih cukup lama. Aku masih merasa bodah. Kemana tujuanku selanjutnya? Semoga Allah masih akan menuntunku yang berpenutup mata.

Hey kalian, Kawan Seperjuangan!
Apakah ini perjalanan kembali atau berangkat ke langit? (bukutomat)
Dalam tiga tahun ini kita rapatkan barisan dan bergandengan, menyatukan langkah. Agar kita berdiri sama tegak. Semua itu akan kalian kenang kan? Cerita tentang cerianya kita akan kalian ceritakan pada anak-anakmu kelak kan? Ini semua indah, SANGAT indah. Masa-masa bening kita. cemerlang tawa cemerlang canda. Berbaris rapi menjaga ceria. KITA BERGERAK bersama. Selalu. Tapi sebentar lagi, kita akan menempuh jalan kita masing-masing. Tapi ingatlah, kita masih bernaung di atap yang sama, langit. Yang akan terus menyaksikan cerita kita.

2009-2010
Memulai berjalan. Tertatih-tatih. Kita mulai berani bermimpi. KITA AKAN JADI PEMENANG NANTI! Berjuanglah dengan mimpi-mimpi itu. We always be able :)

2010-2011
Kita semakin erat. Mengenal cinta, mengenal cerita. Kita menyadari kalau kita berbeda, tapi kita satu. Satu REENABLE.

2011-2012
Waktu terasa menyesakkan bukan? kita akan segera berpisah.

Tiga tahun itu cepat, kawan.. Jauh lebih cepat dibandingkan saat aku mengucap 'pengen cepet-cepet kuliah'. Jauh lebih cepat dibandingkan saat aku mengucap 'obrolan masa depanku dengan ellay'. huuffft... Ternyata waktu selalu saja sama. Terasa lambat di awal tapi cepat di akhir. Di saat kelambatan itu sudah menjadi rutinitas yang tak terpisahkan. Di saat kelambatan itu telah menyatu dengan hari-hari. Di saat kelambatan itu bukan lagi beban. Dan saat itulah waktu terasa kejam. Membunuh dengan perubahan.

Hidup ini memang siklus yang rumit.

I've Learned

Rasa sakitku berawal dari 10 Maret 2009. Atau mungkin sebelumnya. Dan aku bertahan sampai beberapa bulan kemudian. Mungkin sampai sekitar bulan September atau Oktober. Entahlah, aku tidak begitu ingat. Yang pasti rasa sakit itu ada. Dan sangat. Hingga membuatku takut. Bahkan sampai sekarang. Aku takut orang yang aku sayangi meninggalkanku untuk orang lain.

Waktu itu umurku 15. Dan dia, sebut saja Alfa, berumur 16 tahun. Kami menjalin hubungan yang kata orang jaman sekarang disebut pacaran, sejak 10 Maret 2008. Aku menyayanginya dan dia menyayangiku. Lebih dari apapun. Kurasa waktu itu aku begitu buta. Buta karena cintaku padanya yang teramat sangat besar. Tapi itu dulu. Bukan sekarang. Benar kata pepatah, orang yang paling kau cintai kelak akan menjadi orang yang kau benci, begitu juga sebaliknya. Dan itu yang terjadi padaku. Aku begitu membencinya. Lebih tepatnya tak punya perasaan apapun kepadanya. Karena aku tak mau karena kebencianku, suatu saat hal itu akan menjadi bumerang bagiku.

Ceritaku bukan tentang nostalgia indahku dengan Alfa. Bukan juga tentang hari-hari yang kujalani bersama Alfa. Tapi, ceritaku tentang perjuanganku move on dari rasa sakit karena ditinggalkan oleh Alfa. Ya, Alfa berpaling dariku. Untuk orang lain. Dan ia memberi tahuku, tepat setahun kami jadian.

Waktu itu aku sedang bersama Alfa. Merayakan hari jadi kami yang pertama. Aku membicarakan dan bercerita banyak hal bersamanya. Tapi tiba-tiba tangannya menggenggam tanganku dan raut mukanya berubah. Ada yang berdesir di dadaku. Ya Allah, aku takut.. Aku benar-benar takut...

'Sayang, aku mau tanya?' kata Alfa.
'Apa?' aku benar-benar takut sesuatu yang buruk terjadi.
'Kalo misalnya aku bukan cuma milik kamu gimana?' aku shock ngedengernya.
'Siapa? Rahmi?' tembakku.
'Iya..' dia mengangguk tanpa merasa bersalah.
'Owh, yaudah, kalo gitu aku yang bakal pergi' kataku.
'Jangan! Aku mau sayang...' katanya.
'Tapi aku ggamau diduain!' nadaku meninggi.
'Iya...' katanya.
'Iya apa?' aku mulai memburunya.
'Aku putusin Rahmi.' kata Alfa pada akhirnya.
'Kenapa kamu tega sama aku?'
'Maaf, tapi dia gangguin aku..'
'Trus? Kenapa kamu tergoda? Aku kurang gimana sih sama kamu?'
'Maaf..'

Alfa buru-buru membuka handphonenya dan menelpon Rahmi. Saat itu juga Alfa mutusin Rahmi. Dan Rahmi mengiyakan. Aku mendengar karena Alfa me-loudspeaker-kan suaranya. Oke, aku percaya sama Alfa. Toh, setiap orang layak diberi kesempatan kedua kan? Apalagi saat itu aku benar-benar masih sangat menyayangi Alfa. Rahmi? Ah, masa bodoh dengan gadis itu.

Beberapa jam setelah bertemu Alfa, aku dan dia kembali ke asrama. Yah, sudah tak memungkinkan lagi untuk bertemu. Kami berdua satu sekolah. Beda asrama. Tentu saja. Dan karena alasan tertentu, kami berstatus tunangan saat itu. Benar-benar bertunangan. Dan sesekolah tentu saja tau. Siapa sih yang gga tau aku dan Alfa? Jika waktu itu kau tanya pada seluruh warga sekolah perihal aku dan Alfa, tentu saja mereka akan menjawab bahwa mereka tidak hanya tau, tapi hafal betul cerita kami. Aku dan Alfa adalah pasangan yang paling serasi waktu itu. Kata orang.

Sekali lagi, ceritaku ini tidak akan membahas tentang kisahku dengan Alfa. Tentu saja tidak. Tapi, perjuanganku melepas cinta Alfa.

Beberapa hari setelah insiden pengakuan perselingkuhan Alfa dengan Rahmi, di sekolah terdengar gosip bahwa Alfa balikan sama Rahmi, dan Alfa putus denganku. Bagaimana bisa? Aku sendiri tidak tau. Karena kupikir itu semua hanya gosip, aku pun diam saja tak menanggapi. Tapi selang beberapa hari kemudian, ada sesuatu yang ganjil, Rahmi memakai cincin dari Alfa. Oh Tuhan, Alfa keterlaluan!

Aku bener-bener nggak tau mesti gimana waktu itu. Aku marah sama Alfa, tapi aku masih sangat menyayanginya. Kalau waktu itu kata-kata galau udah ngetrend, mungkin aku bisa bilang, AKU GALAU TINGKAT MALAIKAT. Aku mencoba bertahan aja. Mungkin ini ujian. Aku tak sendiri. Selain teman-teman yang menguatkanku (atau lebih tepatnya mengasihaniku yang bodoh dan buta karena cinta sama Alfa), Allah mengirimiku malaikat kecil bernama Zaza. Jadi, Zaza itu sepupunya si Alfa. Kalo gga salah, mamanya si Zaza ini adeknya papanya Alfa. Kalo gga salah sih... Tau gga si Zaza kelas berapa? 4 SD! Ya, dia masih kelas 4 SD. Tapi sumpah ya, si Zaza ini dewasa banget. Ngalah-ngalahin aku pokoknya.

Mungkin bisa dibilang aku keterlaluan pada saat itu. Ya, aku keterlaluan karena rasa cintaku. Entah, sudah berapa banyak airmata yang kukeluarkan di setiap sujudku, entah berapa pasang telinga yang panas mendengar keluhku yang setiap saat hanya tentang Alfa, Alfa dan Alfa. Terima kasih semua.. Dan maaf, sekarang aku baru menyadari bahwa aku dan kalian jauh lebih berharga dibanding Alfa. Tentu saja. Tapi, dari setiap masalah, kita bisa mengambil hikmahnya bukan?

Hal itu tidak berlangsung sehari dua hari saja. Tapi berbulan-bulan. Aku hidup dalam bayang-bayang Alfa. Aku memilikinya, tapi tidak hatinya. Aku bertahan. Terus saja bertahan. Tanpa tau kapan semuanya akan berakhir. Aku bertahan untuk sesuatu yang sia-sia. Alfa benar-benar menjauhiku. Dengan nyata. Dan kami putus. Tapi itu tidak berlangsung lama karena Alfa selalu datang kembali. Meskipun setelah itu dia akan pergi. Lagi dan lagi. Hal itu akan berulang. Dan entah kenapa aku rela disakiti. Hanya karna aku tak mau jauh dari Alfa.

Bagaimana dengan Rahmi? Entahlah... Aku tak bisa membencinya saat itu. Aku bahagia karena Alfa bahagia dengan dia. Sungguh, itu yang kurasakan saat itu. Dan perasaan itu yang membuat teman-temanku membenci rasa cintaku ke Alfa. Membenci kebodohanku yang masih saja menunggu Alfa. Tapi sekali dan berulang aku katakan... Ini bukan tentang rasa sakit, tapi tentang pengorbanan dan cinta yang tulus.. Aku bodoh memang, tapi aku wanita berprinsip. Alfa milikku dan akan kembali padaku.

Bolehkah kuselipkan suratku untuk Rahmi yang dulu tak sempat kuberi? Tentu saja. Ini ceritaku.

Untuk Rahmi,

Hai.. Bagaimana perasaanmu memiliki Alfa? Bahagiakah? Semoga iya, karena Alfa sepertinya bahagia denganmu. Tapi, taukah kau? Pernahkah kau berpikir tentang perasaanku? Mungkin iya, tapi mungkin juga tidak. Kau lebih muda dariku. Pernahkah kau menghargaiku sebagai kakak kelasmu? Umm.. Mungkin tidak. Aku juga tidak minta kau hargai. Tapi yang kuminta saat ini adalah MENGERTILAH... aku mencintai Alfa. Alfa masa depanku. Tak taukah kamu berapa banyak mimpi yang telah kami rajut? Berapa banyak angan yang kami senandungkan? Kami berusaha... Mewujudkan semuanya selagi kami masih merasa muda agar kelak kami bisa bahagia. Tapi kau menghancurkannya.. Taukah kau? Sadarkah kau?

Aku tidak lebih bodoh darimu, aku juga tidak lebih jelek darimu, YA, aku menyombongkan diriku. Dan segala kelebihan yang kumiliki. Dan kau hidup membayangiku. Kau tau? Kau bahkan lebih buruk dari apapun. AKU MARAH! Aku marah karena kau mengambil Alfa dariku. Aku marah karena kau selalu menjadi plagiat diriku. Tak bisakah kau berpikir dengan otakmu sendiri? Jangan gantungkan dirimu padaku. Kau tau kau apa? ORANG KETIGA dan PLAGIAT! Dua hal paling memuakkan dalam hidupku.

Aku bisa apa sekarang? Alfa memilihmu. Jadi berbanggalah, kali ini kau menang. Tapi tidak lain kali. Ingat Rahmi, ALLAH tidak buta dan Ia melihat dengan nyata. Segala sesuatu telah Ia rencanakan. Mungkin ini jalan yang paling baik untukku. Dan semoga untukmu. Tapi kau harus tau, SUNNATULLAH itu masih berlaku!

salam,

nura

Surat itu tak sempat kukirimkan dulu. Karena Allah selalu menjaga kesabaranku melalui perantara malaikat kecilNya, Zaza :)

Alfa masih bersamaku. Setidaknya untuk beberapa bulan kemudian. Bahkan kami pun sempat menjalani LDR. Tapi Alfa tetaplah Alfa, lagi-lagi dia menyakitiku. Dengan gadis berbeda, bernama Zila. Sudahlah, mungkin ini teguran dari Allah untukku. Agar melepas Alfa. Dan aku melepasnya..

***

Sekarang..

Saat hidupku menjadi normal.
Saat dengan mudahnya aku jatuh cinta setiap harinya dengan laki-laki yang menyadarkanku tentang hidup dan mencitai Khaliq dan pemberian-Nya.
Saatnya aku siap menceritakan kisahku pada kalian.
Tentang pahitnya mencinta.
Kau mungkin iri dengan lelakiku yang sekarang, tapi ketahuilah, perjalanan hidupku tak selalu beruntung.
Allah memberiku dia setelah sebelumnya Allah mengujiku dengan laki-laki tak setia.
Kalian tau rasanya, kawan?
Segalanya menjadi lega karena aku telah melepaskan semua.
Semua rasa, semua luka, dengan memaafkannya.
Aku tidak akan membencinya, karena batas antara cinta dan benci itu sangat tipis.
Bukan aku takut mencintai masa laluku lagi, tapi rasanya.. Keledaipun tak mau jatuh di lubang yang sama bukan?
Begitu juga aku.
Aku menulis ini juga bukan karena apa-apa.
Aku hanya ingin berbagi kisahku.
Sedikit saja.
Karena aku tau banyak tentang orang ketiga dan plagiat.
Rasanya sakit.
Tentu saja.
Tapi aku belajar dan terus belajar.
Semoga ini semua bisa menjadi pengalaman yang membuatku jauuuuuh lebih kuat.
Terima kasih untuk-Mu untuk rencana indah setelah kejadian ini.
Terima kasih untuk Zaza yang tak henti-hentinya mengingatkan padaku kalau kesabaran itu pahit, tapi manis buahnya.
Terima kasih untuk teman-teman yang selalu saja kujadikan kalian tumpahan segala rasa ini.
Terima kasih untuk Rahmi, yang mengajarkan rasa sakit, dan keikhlasan. Tapi tolong, cukup itu saja yang kau ambil. Belajarlah hidup dengan caramu...

dan tentu saja, terima kasih untukmu sayang, yang sampai hari ini mencurahkan seluruh perasaannya hanya dan hanya kepadaku. Semoga selalu seperti itu. Aku memilikimu, juga hatimu. Dan denganmu, akan kulangkahkan kaki ini menuju masa depan yang sudah di depan mata. Love you, Imam Bahruddin :*

Video Call with Siboel


Photowork


I have super ability when I do something for people I love. And this photowork is the best thing I ever edited today. Hope you love it like I love you so much, Sissy :*

Thursday, April 12, 2012

Sunday, April 8, 2012

Friday, April 6, 2012

Quote

sometimes you have to be your own hero.
because sometimes, the people you can’t live without..
can live without you

mutia han

Quote

"Jika menjadi temanku membuatmu sakit, menjauhlah..
Karena terkadang aku lupa kalau kau bukan diriku.. "

bubbu